Perhatikan, Kuno atau Jadul Itu Menarik

Aku suka hal-hal kuno, aku suka hal-hal jadul. Aku suka vespa, aku suka VW, aku suka ukiran kayu. Aku suka iseng-iseng sendiri mengeluarkan isi lemari ibuku, mengutak-utik isinya dan akhirnya menemukan baju-baju masa muda ibuku yang lucu kalau kupakai lagi. Aku suka melihat ibu-ibu dengan daster berkerahnya mengayun sepeda onthelnya tadi pagi sewaktu aku sarapan, aku suka melihat delman berkeliling area Manahan. Aku suka bagaimana aroma legenda datang menyeruak ketika mengamati orang-orang berlalu-lalang dengan sepedanya. Aku suka berjalan di bawah rindangnya pepohonan yang menyatu, teduh. Ada aroma harum sejarah masa lalu menguar, seperti melihat foto-foto di buku pegangan sejarahku bergerak nyata. Apalagi siang ini kulihat barisan prajurit keraton di Alun-Alun Utara  di teriknya matahari. Nostalgia. Buku sejarahku bergerak.

Kenapa kota Solo tidak tumbuh saja dengan segala hal jadul dan kunonya? Aneh bukan melihat si Kluthuk Jaladara mencicit dan mendebum keras di tengah lalu-lintas kendaraan yang sesak dan berdebu? Tumbuh dengan khas makanannya, khas keramah-tamahan orang-orangnya. Tumbuh dengan sejarah, tumbuh dengan masa lalu yang melahirkannya sekarang. Matahari tak pernah tenggelam, ia tetapm bersinar terang benderang. Bumilah yang senantiasa berubah. Begitupula kita, kitalah yang senantiasa berubah mengikuti arus waktu. Dari muda menuju tua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s