Memasuki Ruangku

Biarkan hanya aku

Menelusur kedalam bekas jejak-jejak hati

Menelusur lebih dalam ke pekatnya malam

Dia bukan hampa

Menelusur. Dan hanya aku

 

Jangan masuk terlalu dalam atau kau akan tersesat. Ini ruangku, cukup ruangku. Tiada kesibukan disana, hanya beberapa percakapan kecil yang terekam disana. Lalu kadang, pet, mati tanpa koneksi. Jangan masuk, atau kau akan tersesat. Karena ini adalah ruangku.

Advertisements

Menuju Ajal : Saat Semua Hijab Tersingkap

Bismillah.

Agak termakan dengan cerita horor tentang gedung yang sehari-hari kujelajahi selama kuliah, aku jadi lupa bagaimana rasanya nanti jika semua hijab yang masih Allah tutup benar-benar tersingkap dari mataku. Akan aku siap? Apa dirimu juga siap?

Coba saja setelah sholat, tutup matamu. Pejamkan. Rasakan, jika saat itu doa yang sedang kita panjatkan adalah doa terakhir kita. beberapa detik kemudian kau dengar suara yang tak pernah kau dengar sebelumnya. Lalu, kau lihat sosok yang tak pernah ada dalam bayanganmu, bahkan dalam film horor Indonesia paling seram sekalipun. Itukah Sang Maut yang menjemput? Saat dimana semua hijab yang masih Allah tutup seketika terbuka. Dan mata yang sebelumnya seolah buta, mampu melihat segala yang gaib. Yang wujudnya ratusan kali lebih menyeramkan dan nyata dibanding hantu atau setan buatan manusia.

Dan pada saat hijab itu pula, diri kita sendiri. Benar-benar tiada manusia yang mampu mendengar jeritan kita, teriakan tolong kita, apalagi rintihan ketakutan. Gelap mata saat kita menutup mata kita saat berdoa, jauh sekali berbeda dengan gelapnya alam kubur nanti. Mampukah kita bayangkan betapa seramnya kegelapan disekeliling kita, sementara disekitar kita juga terdapat banyak sekali makhluk yang sudah berbeda dunia? Wallahu’alam.

Setidaknya dengan masih adanya nafas di dunia, mari kita kumpulkan amal. Minimal, amal itulah yang akan menerangi kubur kita nanti. Atau amal itulah yang akan muncul menemani kita saat Sang Maut meminta ruh kita kembali kepada Rabb kita.
Yang jelas, tukang siomay yang sempat terkenal dikalangan anak arsitek dan pwk jauh kalah sama si maut. Harus siap dan harus mau ketemu, mati itu pasti!

Can’t Deny

Are you sure that time makes all memories fade? Maybe yaap, but I’m not. I believe that all my memories were saved tight, don’t go or forgotten. Everything depends on you. Sometimes we have a lot of thing to do, then those make us so busy with ourselves, don’t care about other, just thinking how all the tasks can be done well (or soon). But you can’t deny that we (mainly, Me) always remember them so clear.

When somebody asked me, “What will make you so so regret when you die this evening?” He answered that he would regret if he didn’t tell his mom that he loved her very much, in front of her face 🙂

Yah, feel the same with him. I’ll so so regret if I die this evening, beside do taubat before-say Lailaahailallah-and many more, is when I don’t tell my parents and my best of the best friends how deep I love them. How they make me fall in love when I think about them. Love them everyday in every breath. Sorry if you feel this is so over, I don’t mind 🙂

Never mind to fall in love everyday. Because Allah gives me much loves to share , much love to feel, much love to spead more of loves in the world :))