Perkenalanku Denganmu, Berawal dari Keisengan Masa SMA

Siang itu, di masjid sekolah. Saat yang lain sedang menyimak penjelasan guru di acara pesantren sekolah, aku melarikan diri sesaat dari keramaian menuju masjid. Pelarian yang membawa perubahan besar. Bersama beberapa orang teman, kami sibak tumpukan kain yang mulai usang di lemari lantai dua. Yang kami cari : selembar kain penutup putih, tak peduli apakah ia mulai menguning atau bercampur dengan warna lain. Jejakku berawal dari sana.

Sebuah keisengan terjadi siang itu juga. Ya, iseng. Iseng berjilbab besar. Iseng mencetuskan tantang, siapa paling berani membesarkan jilbabnya. Entah kebetulan atau apa, waktu itu bukan Ramadhan. Tahun 2010.

Setelah puas mengacak lemari, menemukan selembar kain paling besar yang mampu kutemukan, aku malah kebingungan. Cuma satu peniti yang kubawa, dikaitkan dengan apa kain sebesar ini? Sedikit memaksa teman yang sudah berjilbab rapi dengan jilbabku sebelumnya, akhirnya kain itu menutup rapi kepalaku..

Antara kusangka dan tidak, jantungku berdebar lebih cepat. Ini kali pertama ada siswi berjilbab melebihi yang kupakai sekarang. Meski aku tak sendiri, tetap saja rasanya berbeda dan selalu begitulah kesan pertama. Bahkan saat kulangkahkan kaki menaiki tangga aula, ingin rasanya aku berbalik lagi kedalam masjid, berganti jilbabku semula, dan meletakkan selembar kain besar itu ke tempat asalnya, lemari masjid lantai dua.

Sejak saat  itu mau berjilbab lebih kecil menjadi enggan. Dampaknya? Banyak. Menjadi lebih mantap, pasti. Meski tak jarang ada teman yang bertanya,”Kamu ikut aliran apa sih, Sas?” .. “Hayo, kamu ngga pengen jadi teroris kaan?” Pertanyaan yang menggelitik geli senyumku. Alhamdulillah sampai sekarang masih Allah ijinkan kain besar itu tetap bertengger di kepalaku.

Berjilbab syar’i itu proses. Aku pernah memakai jilbab secara asal, dimasukkan ke baju, memperlihatkan seberapa panjang rambutku, berpunuk unta, semuanya sudah pernah dari pertama kali berjilbab kelas dua SMP. Harus ada tekad agar tak keterusan dan menjadi kebiasaan.

Masih takut berjilbab syar’i? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s