Ulasan

Bismillah wa alhamdulillah, akhirnya bisa ngetuts (istilah dimana aku leluasa dan bahagia memainkan keyboard – biasanya keyboard musik sih-) setelah tersendat nyaris dua minggu karena tugas-tugas survei dan mendigitalkan hasilnya ke tampilan peta yang sangat melelahkan. Padahal, ada buaaannyaakk sekali yang mau kubagi. Tentang apa yang bisa kuambil dari beberapa kejadian di beberapa belas hari terakhir, pun pelajaran dari buku-buku yang berhasil kutamatkan (minimal kuintip beberapa halaman terdepan, hehe).

Jadi, setelah membacanya sejak Sabtu malam, buku ajaib si Paulo Coelho berhasilย  tamat hari Senin ini pukul 07.08 ๐Ÿ™‚ Walaupun di awal sempet tersendat daya pemahamanku terhadap maksud buku itu, istimewanya begitu sampai di tengah, kata-kata bijak nan menggugah sisi-sisi sederhana begitu akrab diajak menelusuri isi kepala ini.

1. Diajari untuk mem-Baca. Iqro’, ayat pertama yang Allah turunkan kepada rasul terakhir-Nya. Membaca, bukan hanya pada aksara namun juga pada pertanda. Pertanda pada setiap mili, setiap kecil -butir pasir sekalipun- bisa mengajari pikiran dan hati yang bekerja di luar kemampuannya untuk relaksasi sejenak. Serius deh, membingungkan tapi juga mencerahkan.

2. Jadi kenal tiga alkemis : Nicholas Flamel yang ada dibukunya Harry Potter, yang bikin Ramuan Kehidupan sama Batu Bertuah; Sang Alkemis, yang mampu membaca pertanda-pertanda secara sempurna; dan si anak lelaki penggembala yang memberanikan diri menjalani takdirnya, merelakan diri mendengar suara hatinya, yang akhirnya ia tersungkur tersujud diatas pepasiran di puncak bukit kala melihat keindahan Piramida-Piramida

3. Jiwa Dunia. Aneh sekali mengejanya ketika buku itu belum ditamatkan. Jiwa Dunia, hasil pemurnian waktu yang panjang alkemis-alkemis yang pada akhirnya pemurnian itu memurnikan jiwa-jiwa mereka. Seperti si penjual kristal di puncak bukit yang membiarkan si anak gembala mengelap kristal-kristalnya, karena dengan begitu si anak lelaki juga akan belajar membersihkan dirinya dari hal-hal negatif. Yah sering-sering bersihkan kamar aja yaa biar pikiran kita juga tak terpengaruh hal-hal negatif terlalu lama ๐Ÿ˜€

Lewat tulisan ini, secara tak langsung ingin kuucapkan pada A.N.A yang telah merekomendasikan buku ini di tumblrnya (Dan aku jadi makin pengen buku “Ja(t)uh”nya yang sayang sekali mention twitterku dihiraukannya -_-

Oya satu lagi, aku tak menemukan sisi romantis di buku itu. Kecuali beberapa kata yang turut menyadarkan ๐Ÿ˜€
Yah yasudahlah, lain kali aku mau membaca ulang buku itu (dengan pikiran yang semoga lebih bersih hihi ^^.

Advertisements

Kau = Aku, Sesekali Ajaklah Kau=Aku Keluar

Nikmati saja bagaimana caramu sekarang mencintainya. Jika memelihara diri dari pembangkangan kasih sayang yang nyaris hakiki dan asasi adalah salah satu yang membawamu kedalam kehakikian. Adakalanya memang, apa yang kau rasai tak bisa begitu saja kau tumpahkan. Lalu seperti yang telah kau sampaikan pada kawan, sidik jarimu menjadi pertanda dihadapan Tuhanmu. Tidakkah kau malu??

Kuharap suatu hari kan terbaca olehnya tulisanmu ini, bukan di saat segalanya telah terlambar. Kau ingin sekali-kali diajaknya keluar. Tak perlu jauh, tapi BERSAMA. Apakah sulit itu baginya? Dan bagimu, apa sulit kau mengutarakannya? Ya, sulit bisa jadi. Kau pastilah bimbang dengan cintanya yang tiada kira, namun rasa sebal pun tak jarang menyambangi. Kau rasa perlu keluar karena didalam seperti dikunci. Kau bayangkan bagaimana andai kau ini terlahir sebagai lelaki. Tanggung jawabmu seperti baru terasa saat sudah berkeluarga. Sebelumnya, kau bebas pergi menyinggahi satu per satu sudut dunia. Tak perlu risau akan tanyanya padamu. Karena kau, jika saja, terlahir sebagai lelaki.

Tapi kau tak pernah ingin terlahir sebagai pembangkang cinta, namun tak’kan juga mau terus terkunci. Jadilah kau seseorang yang tak pernah terlahir sebagai lelaki. Yang meski terkadang lelah dan merasa terkunci, tetap menyediakan hati untuk mampu mencintainya, dengan cara yang tak bisa ia baca.

ย 

Dan jika KAU ternyata adalah AKU

Aku mengenal baik siapa diriku
Dulunya dia adalah setetes air yang hina
kelak aka menjadi sekujur bangkai membusuk
kini dia berada diantara kedua hal itu;
hilir mudik kesana kemari membawa kotoran
-Salim A.Fillah-