Bertindak

Semalam, sekitar jam sebelasan malam, saat memandangi nyala bara yang digunakan untuk mengasapi jagung di belakang rumah, aku ditanya salah seorang sahabat. Apa mimpi terbesarmu di 2014? Dia bertanya, karena dia bingung kira-kira mimpi besar apa, tujuan besar seperti apa yang ingin dia capai. Saat ditanya, aku terhenyak. Lalu teringat tiga kata yang masih membuat pening dan panas dingin saat mendengarnya : tema, genre, dan asistensi. Tak hanya asistensi GIS yang membuat debur-debur denyut jantung makin kencang rupanya, asistensi mengejar salah satu mimpi besar, bahkan yang terbesar, sukses membuat diriku limbung. Ini yang pertama, dimana tulisan yang lain hanyalah seputar curhat, imajinasi, atau khayalan aneh yang mendadak lewat. Ah, seringnya juga tentang kisah nostalgiku bersama sahabat.

Bagaimana mungkin aku tak bingung tentang tulisan seperti apa yang akan kubuat. Dan bukan sembarang tulisan, sebab nanti, jika -insyaAllah- diterima, tak tanggung-tanggung akan diterbitkan. Wah, serasa menjemput mimpi sungguhan. Dan ini memang proses awal menjemput mimpi terbesar. Dan, lagi, waktuku tak banyak. Sungguh. Masih ada dua tugas besar di akhir semester, tiga kepanitiaan, keinginan bergerak lagi, draf yang kubuat harus mengirimnya (siapa tahu juga bisa ikut diterbitkan), kursus yang dipesankan ibu, bakal amanah yang mungkin saja datang, mata kuliah yang kutakutkan akan lebih banyak menyita waktu; meskipun sejatinya diri tahu, aku ini belum jadi apa-apa. Dan dua lagi mimpi yang juga butuh usaha ekstra : 100 buku di perpus miniku dan surat cinta. Seriuss, aku telat melangkah, fyuh.

Pagi Pertama di 2014
(Maaf jadi alay)

Pagi ini, saat stres terlanjur datang, dan saat ngeblog baca kata bagus. AKU ADA! Dan jika serius waktuku tinggal delapan hari lagi. Makanya, langsung kuhubungi dua temanku yang hobi membaca untuk membawakan buku yang mereka punyai esok hari. Aku juga bilang pada salah satu sahabat untuk membawa bukunya lebih lama, lewat setahun rupanya. Bismillah!

Terlintas sejenak, apa jadi deadliner lagi? Sontak kujawab, TIDAK! Bagaimana mungkin yang pertama akan kubuat sembarangan. Biarlah awal tahun sudah bekerja agak keras, biarlah semester ini keringat akan banyak diperas. Biarlah, setiap hal di dunia punya harganya masing-masing. Aku sudah mempelajarinya. Hanya untuk bedge nama dan tanda pangkat, tempaan mental dan fisiknya cukup berat. Jadi, aku harus kuat. Kuat melakoni mimpiku.

Okedeh, ngecek tabungan dulu sudah cukup belum untuk beli My Carreer and My Passion minggu ini. Dan aku sadar, harus minggu ini. Sudah kubilang, waktuku tak banyak lagi. Outline kasar sedang ditulis, semoga sepekan lagi pantas dan layak untuk diajukan. Bismillah, fatawakkal ‘alallah ^,^9

Bertindaklah segera, Sa. Be the best version of you. Siap, totalitas!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s