Senja dan Jingga

Senja dan jingga, entah apa yang membuat dua hal tersebut indah.
Apa arti senja tanpa jingga, apa arti jingga tanpa senja.
Berarti tapi tak seindah jika senja dan jingga tak tahu sampai kapan jingga dan senja akan terus bersama.

Entah suatu kebetulan ataulah suatu kebenaran, hujan deras di sudut mata, memaksa jingga dan senja muncul bersamaan.
Apa yang terjadi jika senja dan jingga tak bersamaan?
Jingga hanyalah warna dan senja hanya disebut sebagai petang.

Senja  dan petang, indah karena bersama.
Pada saatnya, malam harus memisahkan mereka
Matahari tak selalu berada di barat yang menyatukan senja dan jingga. Pertanda semua hal, indah ataupun tidak indah pasti ada waktunya.

Ketika malam memisahkan senja dan jingga, bukan berarti senja dan jingga terpisah. Mereka hanya terjarak oleh waktu dan ruang. Rindu diantara senja dan jingga yang tak mengenal batas, akan sangat indah ketika adanya sebuah pertemuan. Mereka yang berjarak bukan terpisah, akan selalu menghargai suatu yang akan membuat hal yang indah. Jarak hanyalah sebuah kisah tentang hal yang bisa dihela oleh sebuah doa.

Ditulis oleh teman sekelas yang sedang galau dan akhirnya gemar menitipkan tulisannya di blog ini ~

Jumat, 14 Maret 2014
Ruang 402 Gedung V Fakultas Teknik UNS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s