RDH 4/30 : Pesantren Kilat

Runi hari ini bersemangat pergi ke sekolah. Tidak ada seragam putih merah dan topi berlambang emas bertuliskan “Tut Wuri Handayani” di kepalanya. Rambut keritingnya yang kemerahan itu ia sembunyikan di balik kain yang ibunya sebut kerudung. Pipinya yang bundar makin menggelembung.

Ketika ditanya ibu kenapa Runi begitu bersemangat,”Hari ini nggak pake seragam, Ma. Pesantren kilat kata Bu Guru. Mau pakai baju dari Ayah. Runi cantik,” jawabnya sambil menarik tali kerudungnya, Ibu tersenyum melihat tingkah anak perempuannya itu.

Setibanya di halaman sekolah, Runi lihat teman-temannya menggerombol di depan kelas. Tidak langsung duduk di kelas karena masih menunggu datangnya Ibu Guru dan berbaris memasuki ruang kelas. Runi hampiri teman-temannya yang sedang ramai mengobrol, mereka terlihat bergembira.

“Runi, Runi, hari ini katanya kita pulang jam setengah sebelas,” Desi yang berada di dekatnya memulai obrolan. Bibir Runi membulat menjadi sebentuk huruf “O” diikuti anggukan kepalanya.

Saat sudah di kelas, bukan pelajaran bahasa atau matematika yang diajarkan Ibu Guru. Runi bertanya-tanya, kenapa tidak belajar seperti biasa ya? Kenapa diajari membaca Al-Qur’an, kan itu sudah Runi dapatkan di TPA setiap sore? Runi kecil menyimpan tanya dalam hatinya.

Jam setengah sebelas kelas diakhiri. Runi dan teman-temannya maju satu per satu, menyalami tangan Ibu Guru, dan pulang ke rumah masing-masing. Ibu telah menunggu Runi di halaman sekolah. Runi susul ibunya dan segera naik ke boncengan motor merah itu.

“Maa….”

“Iya? Runi capek?” Sambil tetap berkendara Ibu lirik anak perempuannya dari kaca spion.

“Eng… nanti aja deh kalau udah sampai di rumah.” Alis Ibu bertaut mendengar ucapan anaknya, tapi ia diam saja.

 

“Runi, tadi mau cerita apa sama Mama?”

“Ma, puasa itu bikin males ya?”

Alis Ibu bertaut kembali.”Memangnya kenapa, kok Runi bilang gitu?”

“Tadi di sekolah Runi nggak belajar, Ma, kayak biasanya. Padahal Runi udah buat PR. Runi sama temen-temen berangkat jam tujuh, tapi sekolahnya baru jam delapan, Ma…,” Ibu tersenyum mendengarkan. Runi meneruskan,”Di kelas juga temen-temen jadi ngantuk, Ma,nguap semua. Yang nggak bisa baca Al-Qur’an malah rame sendiri.”

***

Di bulan Ramadhan seperti ini, sekolah negeri atau sekolah swasta rutin menyelenggarakan pesantren kilat di sela-sela kegiatan akademisnya. Masuk lebih siang, diawali dengan tadarus Qur’an, pelajaran umum digantikan dengan pelajaran agama –yang itu-itu saja, dan jadwal pulang jadi maju lebih awal. Di luar itupun, sedari SD, SMP, dan SMA, jadwal pelajaran selalu dimajukan, jam pelajaran dipotong, sehingga siswa-siswi pulang lebih awal.

Kegelisahan Runi mungkin beralasan. Kenapa puasa, yang Ibunya katakan menjadi bulan melimpahnya pahala, malah menjadikan teman-teman dan sekolahnya menjadi malas belajar? Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW. dan para sahabatnya tetap gigih berjuang di medan perang sekalipun itu terjadi di bulan Ramadhan. Jika di Indonesia musim kemaraunya sudah cukup menyengat, di padang Arab sana cuacanya bisa jadi lebih panas berkali-kali lipat. Dan keadaan fisik seseorang ketika berperang tentu sangat dibutuhkan. Perang Badar, Perang Khandaq, atau Perang Tabuk semuanya terjadi di bulan Ramadhan dan dimenangkan oleh kaum Muslim yang notabene sedang berpuasa.

Protes Runi tidak salah, kan, mengingat katanya Ramadhan adalah bulan pembelajaran –berarti kita memang harus belajar, apalagi mengenai dien kita. Dan bukan hanya melalui pesantren kilat. Kalau hanya mengandalkan pesantren kilat yang datangnya hanya satu dua hari dalam setahun, perlu berapa tahun sendiri untuk mempelajari ilmu agama ini?

Anggaplah Ramadhan ini menjadi pesantren bagi yang benar-benar mempersiapkannya. Dikumpulkannya buku-buku untuk dibacai, disisihkannya sebagian uang untuk diinfaqkan, disiapkan  fisiknya agar lebih maksimal dalam beribadah, diluangkan waktu dan pikirannya dari kesibukan dunia. Bukan hanya belajar barang sehari dua hari setahun sekali.

Sudah dapat ilmu apa di hari keempat Ramadhan ini? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s