Kasihnya Tak Terbatas Masa

“Itulah sebabnya Nabi menyebut ibu hingga tiga kali. Kan tidak ada bapak kota, adanya ibu kota. Kan tidak ada bapak jari, yang ada ibu jari,” disambungnya dengan,”Siapa yang kuhormati lebih dulu? Ibu. Lalu siapa lagi? Ibu. Lalu? Ibu. Lalu? Baru bapakmu. Rasulullah saja bilang seperti itu. Makanya jangan membantah kalau disuruh Ibu.” Nasihat yang biasanya kususul dengan manyun, karena rasa salah dan malu yang bercampur jadi satu. Continue reading “Kasihnya Tak Terbatas Masa”

Advertisements

Hatta dan Potret Mahasiswa Indonesia Masa Kini

Hampir separuh otobiografi Hatta jilid 1 kubaca. Sesuai judul yang kuungkap di atas, sesungguhnya tidak ada perbedaan mencolok dari tipe mahasiswa Indonesia masa dulu dengan masa sekarang. Selain cerdas dalam menangkap pelajaran, Hatta juga aktif menjadi pengurus Perhimpunan Indonesia. Sebelum bersekolah di Belanda, Hatta pun sudah terlebih dulu aktif sebagai bendahara di Jong Sumatra, perhimpunan bagi pemuda-pemuda Sumatera. Keahliannya dalam mengorganisasi keuangan organisasi, termasuk dalam melunasi jumlah hutang yang saat itu mencapai 800 gulden (1919), Continue reading “Hatta dan Potret Mahasiswa Indonesia Masa Kini”

Kereta Api, Belanda, dan Indonesia

Saat ini aku sedang membaca perjalanan hidup Hatta, yang dilahirkan dengan Mohammad Athar, dari sebuah buku trilogi berjudul Untuk Negeriku : Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi karya Mohammad Hatta sendiri, diterbitkan oleh Kompas tahun 2011. Indonesia adalah negeri yang penuh dengan sejarah. Dan salah satu caraku untuk menikmatinya adalah dengan biografi dan novel, sebab begitu malas ketika harus membuka buku diktat seperti yang kudapat ketika masih duduk di sekolah dasar dan sekolah menengah.

Salah satu keunggulan Indonesia, Indische atau Hindia Belanda pada masa itu, Continue reading “Kereta Api, Belanda, dan Indonesia”

Al-Qur’an yang Akan Menyatukan Golongan

Ada kepuasan tersendiri di dalam setiap jiwa manusia ketika Rabbnya mulai mengabulkan doa-doa yang diperdengarkan oleh hamba-Nya. Tiada peduli kapan saja doa itu dipanjat. Kala hujan menyapa, kala jeda adzan pertama dengan adzan kedua, kala kita ditimpa musibah, kala berbuka puasa, selepas sholat telah tunai dilaksanakan, dan kapan saja ketika doa dipanjat dengan penuh harap disertai takut kepada-Nya. Continue reading “Al-Qur’an yang Akan Menyatukan Golongan”