Meminta Segalanya Pada Yang Tak Berpunya

“Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.”

Bagiku, kata-kata itu bak oase di padang pasir ketika aku baru memulai jalan-jalan terjal ini dahulu. Kalimat yang berhasil menaikkan semangat yang nyalanya kadang masih redup. Namun, kalimat itu justru berubah menjadi lakuku sehari-hari. Untuk Cinta. Yang disebut sebagai dakwah. Di mana dia memang meminta segalanya. Dariku, seorang yang tak berpunya. Pikiranku. Waktuku. Hartaku. Emosiku. Perasaanku. Nyaris semuanya dia minta.

Dan sebagaimana lazimnya cinta, dia punya daya untuk memaksa. Paksaan yang diberi tanpa diminta. Lalu tanpa sadar, aku telah dipaksa untuk segera bersikap sigap, siap bekerja mendadak. Bahkan aku dipaksa harus memikirkannya di waktu-waktu yang tak pernah terpikir olehku untuk tetap bekerja.

Advertisements