Rekomendasi Bacaan : Kepada Aktivis Muslim

Bismillah.

Alhamdulillah buku satu ini berhasil saya tuntaskan setelah sekitar satu semester lebih saya membacanya, tertanggal 29 November 2014 sejak saya membelinya. Padahal hanya ada 198 halaman dari buku ini. Kepada Aktivis Muslim. Bukan buku yang tebal, jelas. Namun kehadiran hati dan ruh yang perlu saya hadirkan di sanalah yang akhirnya membuat saya begitu lama membaca buku ini. Really depens on my mood when reading this book.

Berikut saya tuliskan profil dan sedikit resensi dari buku ini, yang alhamdulillah, berhasil meninggalkan kesan cukup dalam di benak saya mengenai evaluasi kedekatan saya dengan Ilah saya.

kepada-aktivis-muslim-500x500
Sampul muka buku “Kepada Aktivis Muslim”. Buku saya sudah lecek

Judul Buku : Kepada Aktivis Muslim
Penulis : Dr. Najih Ibrahim
Penerbit : Penerbit Aqwam
Tahun Terbit : 2009
Tebal : 200 hlm; 20,5 cm
Judul Asli : Risalah ila kulli man ya’malu lil Islam Continue reading “Rekomendasi Bacaan : Kepada Aktivis Muslim”

Pura-Pura Tidak Peduli

Aku bisa saja pura-pura tidak peduli
Tapi ketidakpedulianku akan menjadi sebentuk kebohongan baru
Di mana akan kucari dan kucari lagi kebohongan yang lain untuk menerus tidak peduli
Dan Tuhan, dia melarang
Jadi aku tidak bisa untuk tidak peduli
Meski sedih
Meski pedih…

Dan kau
Akan sampai kapan?

Pada akhirnya keacuhanku padamu akan menggelembung dan suatu ketika ia akan pecah dan hilang dengan menyedihkan. Sungguh tak mengapa bagiku jika harus tersayat luka, asal bukan kita yang menjadi sebab kehancuran. Aku, sedih. Jika mendengar atau membaca,”Kita adalah kehancuran.” Pedih. Sebab ia bukan hanya tentang duniaku dari menahan malu pada manusia. Tapi dia, juga tentang akhiratku di mana aku tak bisa sembunyikan apapun dari Rabbku.

Jelas aku tidak bisa berlari sendiri. Berlari dari sedih, berlari dari pedih, aku masih bisa mengontrol diriku sendiri. Jelas aku tidak bisa lari seorang diri. Dengan rombongan yang sebegini besar, tanganku hanya mampu menggandeng beberapa ikatan.