Yakin Kosmetikmu Halal?

“Yakin jilbab yang kamu pakai halal?”

Ketika para penikmat sosial media dan penikmat berita sedang ribet dengan tren berita ini, seharian ini aku justru ribet dengan menghalalkan sesuatu yang berbeda. Terus terang saja aku tidak terlalu merisaukan apakah jilbabku halal atau tidak karena memang sebelumnya tidak ada kerisauan seperti itu sebelumnya. Kedua, aku sudah baca artikel ini. Insyaa Alloh akan membantumu dalam mengatasi was-was apakah kain yang kita kenakan halal dan perlu tersertifikasi khusus dari MUI.

Jumat (5/2) siang aku mengikuti kajian rutin Muslimah Nurul Huda yang biasa diadakan di pekan pertama setiap bulannya. Entah disengaja atau tidak, tema yang diangkat pun masih tentang kehalalan sesuatu hal. Makanan, obat, dan kosmetik. Untuk makanan saya belum terlalu ambil pusing karena label halal makanan jauh lebih banyak ditemui dan lebih mudah dilacak dibanding dua produk lainnya seperti obat dan kosmetik. Karena forum memang dikuasai oleh kaum hawa maka pembahasannya pun dikerucutkan pada obat dan kosmetiknya. Soalnya memang kebanyakan perempuan sudah cukup terbiasa memilah makanan halal.

“Yakin kosmetik yang kamu gunakan halal?” langsung menjengkang perasaanku seketika. Waduh, yang benar saja kalau pada waktu sholat ternyata aku masih kena najis dari bahan-bahan dandanan yang nggak halal. Meski sudah wudhu dan memenuhi syarat sah sholat lainnya. Begidik ngeri rasanya membayangkan tubuh dibaluri najis dalam bentuk yang lebih menarik dan wangi, udah gitu bikin cantik lagi!

Demi menjaga kesucian (hihi) dan kecantikan (haha) maka sedari siang sudah kupantengi beberapa web terkait sertifikasi kosmetik halal. Juga sabun cuci, detergen, sikat gigi, dan peralatan mandi lainnya. Buat kamu yang juga penasaran dengan kehalalan produk sehari-harimu, coba cek kehalalannya di sini. Dan daftar produk halal di Indonesia yang dikeluarkan oleh MUI ada di link berikut.

Setelahnya aku cek satu per satu apakah perlengkapan dandan dan mandiku mengandung bahan yang membahayakan ketenangan batinku. Day cream, facial scrub, body scrub, dan bedak aman karena aku memang pakai Wardah dari awal. Selainnya aku pakai Nivea untuk lotion, lip balm, deodoran, dan pelembab. Dyar! Saat kucek di daftar MUI ternyata Nivea tidak ada! Lalu aku cek di Muslim Consumer Group alhamdulillah ada, tapi masih mushbooh alias masih butuh konfirmasi. Dalam keterangannya “tidak halal” kalau ada pewarna merah dari serangga. Dan produk yang kupakai warnanya putih semua meski pakai alkohol. (Polemik parfum beralkohol baca di sini). Sementara parfum bayi yang kupakai kuanggap aman untuk digunakan karena bahannya dari air, alkohol, dan fragance.

Ketika kajian itu pun ada seorang mbak yang bertanya mengenai sabun mandi yang halal. Adakah? Karena si mbak sudah mencari dan belum menemukan. Hasilnya aku justru berpikir yang tidak-tidak. Aku jadi males mandi, males sabunan, karena membayangkan akan terpapar najis dari peralatan mandiku. Mungkin cuma muka yang akan kucuci karena aku masih sangsi atas status sikat dan pasta gigiku. Repot ya? Iyasih, jadi khawatir dan membuatku menyusun rencana belanja tak terduga untuk memperbarui peralatan mandiku. Syok sekali rasanya sekalinya nemu sabun mandi halal dari bahan tumbuh-tumbuhan, tapi impor dan sebotol harganya 155 ribu! Mending kupakai buat beli bukunya Hatta –tapi aku nggak mandi berapa bulan kalau seperti itu? Bismillah saja, beberapa produk tersertifikasi halal yang bisa dibeli terkait kosmetika dan perlengkapan mandi (sesuai kebutuhanku saja ya) :

  1. Shampo : Sariayu sudah jelas halalnya. Yang produk Unilever Indonesia sudah dinyatakan lolos sertifikasi MUI, tapi di web Consumer Group mereka tidak menjamin bebas lemak hewani dari babi.
  2. Sabun : Sahara (harganya Rp 1,500.00) dan Soft Soap dari US seharga Rp 155,000.00 sebotol (lengkapnya browsing aja)
  3. Pasta gigi : Crest, Colgate, Total Care, Siwak (harganya seharga Sensodent)
  4. Hand & Body : Natur-e (belum ada lisensinya, tapi pakainya lemak nabati), Wardah lightening body lotion (harganya 25k kira-kira)
  5. Mouthwash : Listerine tapi yang Zero ya! Karena yang lain ada alkoholnya, bahaya men kalau ketelen
  6. dental floss : Oral-B
  7. Sikat gigi : Miswak, Aqua Fresh, Colgate, Crest, Mentadent, dan Oral B (dari nilon)
  8. Minyak wangi : wardah aja (eau de toilette 50k, body mist 70k)
  9. Produk lain sebaiknya pakai wardah saja (haha)

Ohya produk Sariayu juga aman, La Tulip, Inez, Purbasari. Malah ada produk luar yang lisensi halalnya sudah jelas karena yang disasar memang pasar Muslim. Produk Body Shop juga tidak direkomendasikan untuk Muslim ya. Cek juga tisu yang kita pakai. Yang sekarang ada label halalnya adalah Paseo.

Sekarang sih aku masih mengurus keperluan pribadiku dulu, sembari memilah sabun cuci baju, sabun cuci piring, sabun pel, pelembut pakaian (meski aku jarang sekali pakai) dan tetek bengek rumah tangga lain sambil aku menunggumu menghalalkanku. Eh, kalau menghalalkanku nggak butuh lisensi MUI ya, Mas, cukup ajak ke KUA atau bawa penghulu ke rumahku. Bilang ke waliku, terus bawa maharnya. Haha. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s