Di Kaki Bukit Cibalak

Penulis              : Ahmad Tohari
Tahun terbit      : 1994
Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama
Identitas buku    : 176 hlm., 18 cm

Adalah Pambudi, pemuda desa yang baik hati sesuai namanya, yang menjadi tokoh utama novel mungil ini, lulusan SMA dan bekerja di koperasi desa. Semboyan anak petani jangan hanya puas hidup sebagai petani sudah menggejala sejak dulu kala. Berlatarkan suasana pembangunan masa Orde Baru –beserta intrik kekuasaan dan politik yang kental, novel singkat ini menegaskan pada pembaca bahwa nilai-nilai kemanusiaan sejatinya tetap hidup dan diinginkan oleh setiap manusia, meski ia justru dibungkam dan dibunuh perlahan untuk kelangsungan hidup pribadi-pribadinya.

Hal itu nampak pada separuh awal cerita dalam novel ini ketika Pambudi –yang baru bekerja tiga bulan di koperasi- suatu hari didatangi oleh Mbok Ralem, yang miskin sekali itu, hendak meminjam padi dan hasil perjualannya akan ia pergunakan untuk pengobatan lehernya yang membengkak beberapa bulan belakangan. Maka, Pambudi harus meminta izin lurah sebab uang yang Mbok Ralem butuhkan sangat banyak, sementara tidak ada sawah yang ia garap.

Begitulah uang dan kekuasaan berkata, Mbok Ralem tidak bisa meminjam bahkan harus mengembalikan dahulu 10 kilogram padi yang dipinjam dua tahun sebelumnya, beserta bunganya. Pambudi, yang hatinya sudah rusuh karena kecurangan di koperasi, memutuskan keluar dan bertekad membantu pengobatan Mbok Ralem dengan tabungannya hingga ia sembuh. Di sinilah kuasa media berkata. Lewat pengumuman di koran dibukalah kesempatan untuk menyumbang. Akhirnya, Mbok Ralem sembuh.

Kebaikan, meski disukai, selalu punya musuh. Pak Lurah yang kadung membongkar rencananya pada Pambudi kalang kabut. Khawatir jika Pambudi membawa kecurangan-kecurangannya ke depan media. Maka, dibuatlah sasus untuk menjatuhkannya.

Kritik Sosial dan Politik

Pemilihan lurah selalu memakan uang yang banyak, di desa, dari zaman dulu dan masih berlangsung hingga sekarang. Kecuali di kota yang mulai menggulirkan sistem barunya, lelang jabatan, dengan kualifikasi tertentu, uang tak begitu banyak dipergunakan untuk gelar lurah.

Pada zaman pembangunan dulu, nuansa KKN memang sangat kental. Meski saya tidak secara langsung merasakannya, cerita Ibu tentang masa kecil saya dan sebelumnya, cukup memberi gambaran persoalan tersebut. Sisanya, Anda masih bisa menyaksikannya di era pasca-reformasi ini.

Biaya besar itu akan membawa akibat yang menyulitkan calon yang menang, apalagi yang kalah. Jadi ada benarnya bila seorang mengatakan bahwa tugas pertama seorang lurah baru adalah menata kembali perekonomian rumah tangganya. Bila usahanya gagal, berarti cikal bakal kesulitas tugas sudah dimulai. Kecurangan lurah biasanya bermula dari ini. (hlm. 15)

Jelas, lugas, dan tegas, bukan?

Caranya? Selalu ada cara. Dan dampaknya biasanya ada pada kaum kecil. Kalau di desa mudah saja, petani adalah korban terdekat. Mulai dari pajak tetap, tengkulak, hingga hilangnya lahan sawah karena gencarnya pembangunan. Logikanya, lurah akan lebih tertarik menandatangani kesepakatan proyek pembangunan di desanya, untuk mendulang keuntungan pribadi baginya juga, dibanding membiarkan sawah itu tetap menjadi sawah yang ditanami para petani.

Ke sawah, mungkin bisa. Namun tanpa sawah itu menjadi miliknya, upah kecillah yang akan mereka terima. Seolah balas dendam, anak petani jangan hanya berakhir menjadi petani lagi. Jadi buruh pabrik pun tak apa, sopir tidak masalah. Asal jangan petani. Seolah, harga diri mereka sudah jauh terinjak di dasar sana hingga seorang anak pun tak lagi bangga pada profesi orang tuanya –yang membuat mereka makan dan bertumbuh besar. Ironi, padahal perut kita ini masih butuh terisi nasi dan kita menghina petani?

Bumbu

Rasanya tidak sedap jika sebuah kisah tak dibumbui romansa. Maka, Pambudi pun dipertemukan dengan Sanis, sang bunga desa –yang sayangnya masih duduk di SMP kelas dua. Batinnya kembali dibuat rusuh. Sebab ia tak sepemikiran dengan pernikahan dini yang dipaksakan. Lumrah jika gadis usia belasan awal sudah dinikahkan. Namun, yang-disebutnya-cinta membuat Pambudi ingin tetap memilikinya. Dan kepergiannya ke kota, karena sasus dari si lurah, menjauhkan hubungan mereka.

Cerita retaknya hubungan Sanis dengan Pambudi, karena Sanis tertarik dengan Bambang anak pak Camat, jauh lebih masuk akal bagi saya. Seorang gadis kecil yang baru saja menginjak pubernya, ditambah kecantikan yang sering orang katakan padanya, dengan mudah berpindah hati pada Bambang yang secara fisik dan status sosial lebih gagah dibanding Pambudi –yang hanya beternak ayam dan akhirnya tak punya pekerjaan. Jangankan gadis puber, yang sudah mengaku dewasa saja tak jarang berlaku sama.

Kisah Pambudi dengan Mulyani pun termasuk aman dengan karakter Mulyani, keturunan China, yang cukup agresif. Sekali-kali pakailah perasaan, jangan melulu dengan hitungan akal. Begitu Mulyani mengingatkan Pambudi pada sikapnya yang tak juga menjelaskan apakah hubungan mereka sekadar atau lebih dari teman. Memang lelaki kan tidak peka kode, Mul. Tidak ada intrik yang terlalu rumit. Kalau makanan, maka asinnya pas. Kadar cintanya tidak bikin cerita ini eneg.

Lagi, Anda tidak perlu terlalu lama membaca novel mungil seukuran tablet ini. Cukup dua sampai tiga jam saja. khasnya, suasana pedesaan akan Anda jumpai dalam novel-novel Ahmad Tohari. Sejenak, ada kalanya, Anda akan terkagum dan terheran berbagai jenis hewan yang sudah jarang ditemui –terutama di perkotaan, akan dengan mudah Anda jumpai dalam novel ini. Ah, tapi itu seolah mengukuhkan bahwa hewan dan tumbuhan yang disebut-sebut itu benar-benar hidup hanya dalam cerita dongeng. Asiknya, baca saja novel ini sendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s