Petuah : Tangguhkan Tim-mu!

Karena sekarang kamu berada dalam sistem, buatlah timmu menjadi tim yang tangguh!

Kamu harus punya prinsip. Itu kata dosenku ketika konsultasi tentang kerja praktik yang sekarang sedang kulakoni. Terima kasih, Pak, atas motivasinya. Bukan niatan untuk berhenti atau bergerak untuk melawan, namun yang benar seharusnya gerakan ini harus bisa membenarkan.

Dan, Sa, kau harus kembali ditanya. Apakah diammu ini membawa kebaikan? Meski tidak, tetaplah bergerak.

Catatan Akhir Semester 5 : Membangun Tembok Pertahanan Kedua

Mulai sore ini, aku dan teman-teman PWK UNS angkatan 2012 meramaikan lagi grup WhatsApp kami. Layaknya mahasiswa lain yang sudah melalui beratus macam tugas, berkali-kali ujian, dan aneka aktivitas akademik dan non-akademik lainnya, kami mulai peduli dengan nilai akhir kami. Hm, lebih tepatnya mulai khawatir dengan hasil belajar kami selama satu semester ini. Hasilnya sama : kebanyakan terjun bebas. Jika mau alay, entah berapa knott/jam kecepatan terjunnya sekarang. Aku, yang baru merasakan punya nilai cumlaude sekali dan IPK yang lebih tinggi daripada IP (seriusan ini!), sepertinya harus menjaga ritmen detak jantung di dalam rusuk sana. Berhitung dengan berbagai macam kemungkinan, IP-ku semester ini bisa jadi tidak lebih dari 3,20. Naudzubillah ya Rabb…. *menahan desir khawatir dalam dada*

Yang itu berarti, jika diakumulasikan dengan IPK-ku sebelumnya, hasilnya sangat berpengaruh. Dari 3,42 jadi 3,20-an. Duh, Rabbku Yang Esa, aku mohon jangaaaan /.\ Kenapa? Aku ngincer beberapa beasiswa tahun ini. Kantongku kosong! Atau setidaknya, buat tabunganku magang tengah tahun ini dan KKN tahun depan. Aku percaya Kau akan memberiku rezeki.

Karena ada “buah busuk” dari benih buruk yang kutanam satu semester kemarin begitu mempengaruhi berbagai persyaratan untuk lolos seleksi ke beberapa event, aku harus mulai membangun tembok pertahanan kedua. Caranya :

  1. Daftar seleksi Baktinusa 2016. Setidaknya selama setahun ini ada tambahan prestasi yang bisa kuukir. Insya Allah.
  2. Daftar PPA 2015. Ya Rabb, semoga yang ini lolos lagi. Biidznillah. Semoga IPK-ku masih bisa 3,35 ke atas biar aman lolosnya.
  3. Daftar FIM 2016. Belajar dulu tentang Bung Hatta banyak-banyak.
  4. Ajukan empat judul PKM di tahun 2015 untuk lolos didanai 2016. Aamiin.

Yah, walaupun jika berbagai kemungkinan terus memburuk, itu tanda bahwa akan ada mimpiku yang belum terwujud tahun ini. Setidaknya, insya Allah, Lampung akan menjadi bekal. Dan empat judul PKM harus benar-benar kuajukan.

MAN JADDA WA JADDA!

Dakwah Islam tidak selamanya melalui lisan, melalui perbuatan dan prestasi insya Allah juga akan berarti.

Karanganyar, 15 Januari 2015.

Tips Membuat Maket

Libur telah tiba, hehe. Sebelum liburan yang rasanya begitu mahal diperoleh ini tiba, aku berkesempatan mengerjakan sebuah maket sebagai salah syarat penilaian tugas akhir semester. Aha, sebenarnya menyenangkan bisa main susun bangunan. Apa daya, waktu seolah mau lari terbirit-birit jadi kami harus bedagang semalam penuh untuk mengerjakannya. Fyi, ada beberapa tips buat kalian yang mau bermain maket. Check these out 🙂 Continue reading “Tips Membuat Maket”

Catatan Akhir Semester [5]

Kumulai dari hal terbaru di akhir semester ini :

Ini adalah semester yang kututup dengan air mata. Seolah nyaris putus asa sebab banyak hal yang harus direlakan. Semester lima masa kuliahku menjadi kali pertama aku menelepon ibu dengan isak yang coba keras kutahan. Separah-parahnya kangen ibu sewaktu beliau pergi ke tanah suci pun aku tidak sampai menangis menerima teleponnya. Malah aku yang nyaris terbata gegara kakak menelepon dari kota sana mengingatkan bahwa apapun yang terjadi bapak dan ibu akan tetap pulang kembali bersama kami. Hehe 😀

Juga terisak karena harus menerima dengan begitu beratnya bahwa kepengurusan JN UKMI 2014 harus berakhir begitu cepat setelah masuk semester kedua. Dan teramat sangat cepat berlalu memasuki Desember. Hah, dan waktu tetap bergeming meski rintih, tangis, dan berjuta harap agar ia berhenti senantiasa diucap. Sementara aku di sini semakin menyadari betapa manusia selalu merindukan dan memuja masa lalunya dan membenci detik ini. Namun ia juga mendamba masa depan yang akan selalu membuatnya rindu pada masa yang telah ia tinggalkan.

Sempat aku berpikir untuk tidak melanjutkan pelayaran bersamamu di awal waktu dulu. Pernah juga berpikir untuk berhenti saja di tengah jalan dan berputar haluan mencari kenyamanan yang sering tergadaikan. Tapi makin ke belakang, aku makin sadar, bahwa dengan semakin banyaknya yang dikorbankan, makin banyak pula aku belajar. Hingga aku merasa memilikimu. Bukan hanya sekadar lembaga, melainkan juga sebuah keluarga. Hingga pada akhirnya, aku harus melepasmu dengan tangis yang berurai di ujung mata. Aku tidak akan banyak mengandai atau memperbanyak kata jika. Sebab pada akhirnya perjalanan ini akan berakhir seiring masanya. Bukankah dengan syukur dan ridha pada keputusan-Nya saja aku akan kuat melepas kalian? Ah, yasudahlah. Pelayaran ini begitu mengharukan… Terima kasih telah menjadi penghibur dan penglipur penatku menghadapi tugas.

SIFT 1435 H (sesi 2), EXPO yang sebegitu meriahnya, JoV ke Malang, JoV ke Jogja, RAPIMNAS FSLDK III, hm… :’)

Juga semester yang paling banyak menguras tenaga, juga harta. Survei ke Madiun selama seminggu, pengerjaan laporan stuko yang seolah tiada henti dari minggu ke minggu, progres tapak yang kalah cepet sama keong yang lagi jalan, tugas yang banyak keteteran, lepasnya staf dan kepergian mereka yang membuatku kelimpungan, banyak agenda yang bertabrakan, banyak deadline nulis yang nggak kekejar. Ternyata menjadi seorang Muslim profesional itu tak segampang ucapan di lisan. Benar-benar banyak yang harus diperjuangkan!

Belum banyak yang kuperoleh di semester ini secara prestasi. Tetapi cukup banyak yang kupelajari dari apa yang terjadi. Bahwa Allah selalu memiliki cara agar niatan hamba-Nya ini diluruskan kembali. Bahwa takdir-Nya untuk tidak memberi apa yang kita ingini adalah untuk mengembalikan kita agar bersimpuh kepada-Nya semata. Bahwa yang sempurna tidak selalu menjadi yang terbaik. Bahwa dakwah akan tetap berjalan meski sosoknya selalu silih berganti. Dakwah akan tetap berjalan meski bukan dengan armada, rekan, dan kepemimpinan yang sama. Bahwa ego dan kesempurnaan di mata manusia harus dinomorsekiankan demi keberjalanan dakwah dan kemenangan Islam.

Bismillah. Hasbunallahu wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannasiir.

Stuko, Niat, dan Timing

Dua Sabtu yang lalu kubulatkan tekad aku akan vakum dari kegiatan non-akademis dari hari Sabtu sampai setidaknya Rabu sore. Alasannya? Apalagi, jika bukan karena ada deadline tugas gila-gilaan selama seminggu penuh. Jeritan hatiku dan teman-teman biasanya sih nggak sebegini parah karena tugasnya masih bisa agak diakali dengan lembur satu malam atau copas dari berbagai sumber. Tapi, studio? Continue reading “Stuko, Niat, dan Timing”