Mom

Whenever I felt mad to my mom, I force myself to think about ’em who had been left by their mom. That enough made me suffered, then felt guilty of being that mad to her

Advertisements

Repost: Shalat Jumat Termegah — Jumal Ahmad

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu أَنَّهُمْ كَتَبُوْا إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُوْنَهُ عَنِ الْجُمُعَةِ فَكَتَبَ: جَمِّعُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ.“ Kaum muslimin pernah menulis surat kepada ‘Umar menanyakan tentang shalat Jum’at? Lalu beliau menulis surat kepada mereka (yang isinya): ‘Lakukanlah shalat Jum’at di mana saja kalian berada.’” Sanad hadits ini shahih, diriwayatkan pula dari […]

via Shalat Jumat Termegah — Jumal Ahmad

Ilmu yang Tidak Dipegang Ahlinya

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”. [Qs. Al-Qoshosh: 79-80]

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah ditanya,”Kapan hari kiamat?”
Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata,”

«إِذَا وُسِدَ الأَمْرُ إلى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ»

“Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”. (HR. Bukhori)

Aku belumlah siapa-siapa di matamu. Hanya seorang gadis lulusan SMA, yang di matamu, bisa jadi tidak tahu apa-apa. Tetapi bagiku, detik-detik sekarang adalah karya, sekaligus penentu apakah akhirnya surga ataukah neraka.

Ingin kukatakan kepadamu, duhai para pereguk manisnya madu-madu ilmu…. Bahwa setiap kata yang tertuang, setiap garis yang tergores, dan segala yang direncanakan bukan hanya formalitas di atas kertas.

Setiap garis yang salah, kata yang multitafsir bahkan salah arah dapat menghunus nyawa-nyawa tak bersalah, yang bahkan tak paham dan peduli apa itu rencana. 

Bagiku, melibatkan diri dalam ini adalah memilih akhir surga ataukah neraka.

Aku, sedang memilih kehancuranku?

Referensi klik di sini.

 

Sesal Sosial Media

Jangan dulu kamu berbahagia dari tidak pegang hape sehari dua hari. Aneh saja, menyepi dari keramaian sosial media yang menjadi ruang hidup kedua manusia saat ini seperti meletakkan setengah nyawa entah dimana. Meski menyepi tak jarang sisakan suka

Belakangan kegiatan sedikit berantakan. Hidup tanpa interaksi membuat nyaris seperti mumi. Lucunya malah banyak hal terlewatkan karena minimnya akses sosial media di telepon genggam.

Praktik

Betapa menyenangkannya jika kampus memberi ruang selebar-lebarnya bagi mahasiswa untuk belajar. Tidak saja dalam kelas, tapi lebih kepada belajar dari relasi dan kesempatan praktik langsung di lapangan. Mata kuliah Kerja Praktik atau magang yang tidak hanya sekali, bisa dalam waktu 1-2 bulan, di beberapa tempat, dengan fokus yang berbeda. Pasti asik.